Siap Melayani Anda 24 Jam Penuh
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Mistis Bambu Bertuah

Sejarah Mistis Bambu Bertuah

Diposting pada 5 Februari 2018 oleh admin

Menurut Sutarto, semasa hidupnya, Panembahan Jogoboyo itu orang linuwih dan dikenal sakti. Kesaktiannya setingkat wali. Jadi tak heran, jika Panembahan Jogoboyo bisa mati dan hidup lagi.
Siapakah Panembahan Jogoboyo ini? Kenapa makamnya bisa berada di daerah Karangwuni, Wates, di kawasan pantai selatan? Dari cerita turun temurun yang diterima Sutarto, bahwa sebenarnya, Panembahan Jogoboyo ini memiliki nama lain, yakni Kyai Mursid.

Kyai Mursid ini, merupakan salah satu anak turun dari Prabu Brawijaya V atau Brawijaya Pamungkas, dari salah satu istri selirnya. Keturunan Brawijaya ini berganti nama setelah dirinya memeluk agama Islam.
“Panembahan Jogoboyo ini 8 bersaudara. Beliau itu anak paling besar. Saudara-saudaranya, Bangtopo, Wonosegoro, Samudro, Nyi Ageng Panggung, Buto Luhcahyo, Kyai Jogo, dan Nyai Ageng Roro Denok,” jelas Sutarto, suami dari wanita bernama Sudariyah ini.

Setelah Kerajaan Majapahit runtuh oleh serangan kerajaan Demak pada tahun 1478, banyak para bangsawan dan kerabat kraton melarikan diri. Salah satunya, Panembahan Jogoboyo ini. Karena sudah memeluk Islam,Panembahan Jogoboyo ini berganti nama menjadi Kyal Musrid, agar tak mudah dilacak tentara Demak.

Saat melarikan diri ini, Panembahan Jogoboyo dilkuti beberapa pengikut setianya. Dalam pelariannya, sampailah mereka ini di suatu daerah di pesisir pantai selatan. Di tempat ini, Panembahan Jogoboyo babad alas, dengan mendirikan pemukiman, yang pada akhirnya dikenal dengan nama desa Karangwuni. Lambat laun, pemukiman ini menjadi ramai. Dan dibawah kepemimpinan Panembahan Jogoboyo, Karangwuni menjadi daerah ramai. Sebagai kawasan yang rawan, berkat kesaktian Panembahan Jogoboyo, daerah Karangwuni aman dari gangguan para perampok dan penjahat.

Mendekati usia senja, tiba-tiba Panembahan Jogoboyo meninggal, dan dimakamkan di tempat itu. Sepeninggal Panembahan Jogoboyo, daerah Karangwuni menjadi rawan gangguan, karena tak ada tokoh yang melindunginya. Keadaan ini menjadikan penduduk resah.Mereka ini mengeluh, dan meratap,sambil berdoa,” Seandainya Panembahan Jogoboyo masih hidup, tentu daerah Karangwuni akan aman dari gangguan”.Keajaibanpun terjadi.

“Setelah itu, tiba-tiba saja Panembahan Jogoboyo hidup (muncul) kembali. Dan kejadian ini berlangsung hingga empat kali. ltulah kenapa, makamnya ada empat. Semuanya berada dalam satu cungkup,” cerita Sutarto.

Setelah Panembahan Jogoboyo benar-benar meninggal, di atas makamnya sebelah utara, tumbuh serumpun bambu. Karena tumbuh di atas pusara tokoh sakti, serumpun bambu ini akhirnya tumbuh menjadi bambu keramat. Dan seiring perkembangan jaman, sepeninggal Panembahan Jogoboyo, makamnya sering jadi jujugan para peziarah dan pengalap berkah. Dan setiap pengalap berkah yang datang, pasti akan meminta bambu keramàt ini untuk dijadikan jimat.

Namun karena sering disalahgunakan, akhirnya pada tahun 90 an, bambu keramat ini ditebang habis. Toh begitu, secara tak kasat mata, bambu ini tetap ada, tapi berada di alam gaib. ltutah, jelas Sutarto, asal mula adanya bambu keramat Panembahan Jogoboyo, yang menjadi buruan para pengalap berkah.

Kata Sutarto, selain makamnya ada empat, keuniikan lain dari makam Panembahan Jogoboyo ini hanya biasa saja, berupa gundukan tanah. Konon, Panembahan Jogoboyo ini tak mau makamnya dibangun nisan.
“Sejak jaman dulu, makam Panembahan iogoboyo ya seperti ini. Uniknya,selalu kelihatan basah, seperti makam baru. Pernah mau dibangun nisan, tapi entah kenapa, nisannya tiba-tiba hilang tanpa bekas,” cerita Sutarto

Sebagai juru kunci, Sutarto harus siap sewaktu-waktu, jika ada pengalap berkah – yang membutuhkannya. Pengalap berkah bisa datang kapan saja. Namun yang paling banyak, pada malam Selasa KIiwon dan Jum’at Kliwon, dua hari keramat yang dipandang paling oke untuk pinuwunan.

Jelas Sutarto, para pengalap berkah yang datang, melakukan ritual di makam Panembahan Jogoboyo, dengan tujuan masing-masing. Dan kebanyakan, mereka berhasil mencapai tujuannya setelah ritual di sini. Ternyata, kata Sutarto, kedatangan para pengalap berkah ini, tak hanya sekedar melakukan ritual semata. Tapi mereka punya tujuan lain, yakni ingin mendapatkan sebilah bambu keramat.
Mitos memang menyebutkan, di makam Panembahan iogoboyo ini, terdapat bambu keramat, yang ada di alam gaib. Namun dengan laku ritual tertentu, bambu ini bisa didapat secara nyata. Dengan bambu keramat ini, oleh pengalap berkah dijadikan jimat sebagai sarana untuk keberhasilan tujuan mereka. Menurut Sutarto, dalam bambu keramat ini, tersimpan kekuatan gaib yang sangat dahsyat.

“Tergantung tujuannya. Kalau untuk dagang, ya bisa jadi jimat penglaris. Untuk derajat pangkat, memiliki kekuatan untuk kewibawaan. Untuk perjodohan, memiliki khasiat untuk pengasihan,” ungkap Sutarto, soal khasiat bambu keramat Panembahan Jogoboyo ini.

Dari pengalaman Sutarto, meski adanya di alam gaib, namun banyak pengalap berkah yang bisa mendapatkan bambu keramat ini. Dengan sarana bambu keramat ini, pengalap berkah bisa suskes menggapai cita-citanya.

Jelas Sutarto, bambu keramat Panembahan Jogoboyo, hanyalah bambu biasa. Namun karena bukan sembarang bambu, maka bambu ini dianggap keramat. Pada bambu ini, ada penunggu gaibnya.
“Bentuknya bisa bermacam-macam, yang penting bagian dari bambu. Bisa rantingnya, kulit, atau hanya sepotong saja. Khasiatnya sama saja,” kata Sutarto, ayah 3 anak ini.

Bagikan informasi tentang Sejarah Mistis Bambu Bertuah kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Mistis Bambu Bertuah | kesaktian Mustika

Belum ada komentar untuk Sejarah Mistis Bambu Bertuah

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan